{"id":189883,"date":"2024-08-08T07:57:25","date_gmt":"2024-08-08T00:57:25","guid":{"rendered":"https:\/\/paitonagatogel.net\/?p=189883"},"modified":"2024-08-08T07:57:25","modified_gmt":"2024-08-08T00:57:25","slug":"cerita-di-balik-napak-bhumi-ubah-limbah-tekstil-jadi-produk-fesyen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paitonaga303asia.com\/index.php\/2024\/08\/08\/cerita-di-balik-napak-bhumi-ubah-limbah-tekstil-jadi-produk-fesyen\/","title":{"rendered":"Cerita di Balik Napak Bhumi, Ubah Limbah Tekstil Jadi Produk Fesyen"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><a href=\"https:\/\/tribute-ng303.xyz\">NAGA303 <\/a><\/strong>&#8211; Berbicara tentang limbah, sebagian besar orang hanya menyadari limbah plastik dan makanan sebagai penyumbang pencemaran lingkungan. <\/p>\n\n\n\n<p>Padahal,<a href=\"https:\/\/jalannaga303.icu\"> limbah tekstil<\/a> juga berperan dalam pencemaran lingkungan, karena jumlahnya cukup banyak. <\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (SISN KLHK) per tahun 2021, Indonesia menghasilkan 2,3 juta ton limbah tekstil. Dari angka tersebut, hanya 0,3 juta ton yang didaur ulang.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendiri <a href=\"https:\/\/journeyng303.xyz\">Napak Bhumi<\/a>, Ebi, bukanlah seseorang yang berlatar belakang pendidikan lingkungan. Ia hanya seorang pria biasa yang gemar melancong. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, ia khawatir akan pencemaran lingkungan, terutama dengan membludaknya limbah tekstil.<\/p>\n\n\n\n<p>Kekhawatiran itu membuat Ebi terdorong untuk memanfaatkan dan mengubah limbah tekstil menjadi sesuatu yang bisa dipakai, yakni sepatu. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSebenarnya kalau gampang ya lebih ke apparel (baju dan celana) dan totebag. Tapi, kembali lagi ke kisah perjalanan (terciptanya Napak Bhumi). Saya adalah traveler yang selalu pakai sepatu, dan berpijak. Dijadikan sepatu karena lebih relate ke perjalananku,\u201d ucap di Bentara Budaya Jakarta, Jumat (2\/8\/2024).<\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/houseofng303.cc\">Traveler yang tak sekadar jalan-jalan <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai seorang traveler, Ebi mengaku pernah berada di fase gemar berfoto sambil menikmati perjalanan yang dilakukan. <\/p>\n\n\n\n<p>Seiring bertambahnya usia, perjalanan yang dilakukan punya esensi berbeda. Ebi tak lagi melakukan kunjungan ke suatu tempat hanya untuk sekadar menikmati keindahannya semata. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBeralih ke esensi bagaimana caranya menjadi seorang pejalan tanpa kita cuma datang ke suatu tempat dan pulang. Ibaratnya, kayak kita datang ke rumah teman, ngacak-ngacak, terus pulang. Itu kan enggak enak,\u201d Ebi berujar. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBagaimana caranya di setiap daerah yang dikunjungi, sebagai pejalan yang baik, aku ingin mendapat nilai yang baik juga untuk lingkungan yang aku tinggalkan. Euforiaku sudah selesai dengan foto-foto dan segala macam. Aku beralih ke lingkungan,\u201d lanjut dia.<\/p>\n\n\n\n<p>Melancong bersama wisatawan mancanegara (wisman), menjadi pemantik bagi Ebi untuk memaknai setiap berjalanan dari sudut pandang yang berbeda. <\/p>\n\n\n\n<p>Ebi mengungkap, dirinya sering melancong secara backpacking dengan wisman dari Eropa dan sepanjang perjalanan, ia melihat cara melancong yang berbeda. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBudaya mereka itu backpacker banget dan mau tahu banget budayanya apa, terus juga menjaga lingkungan seperti apa. Karena sering jalan sama teman-teman asing sih sebenarnya (jadi tahu),\u201d tutur dia.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sejak saat itu, cara Ebi melancong berubah. Ia selalu meninggalkan \u201cjejak baik\u201d di lingkungan tempat ia berkunjung. <\/p>\n\n\n\n<p>Ia menyempatkan waktu untuk mengajarkan isu lingkungan ke anak-anak kecil melalui sekolah non formal. Selain itu, Ebi juga mengajarkan bahasa Inggris dan kebudayaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Alasan di balik pemberian edukasi lingkungan kepada anak kecil ini, datang dari latar belakang Ebi yang tumbuh dalam keluarga kurang kasih sayang.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cWalau anak kecil di daerah-daerah yang dikunjungi sudah tercukupi secara kasih sayang dari orangtua, tapi karena saya datang dari keluarga yang kurang perhatian, saya coba (mengajar). Saya enggak mau nasib mereka sama dengan saya. Dan pendekatan ke anak kecil karena saya suka anak kecil,\u201d ungkap Ebi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><a href=\"https:\/\/mainng303.online\">Dari limbah menjadi produk fesyen <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu dampak positif dari berbagai ilmu tentang lingkungan, membuat warga setempat mulai menyadari betapa pentingnya lingkungan dan berbahayanya limbah tekstil. <\/p>\n\n\n\n<p>Sebab, dalam mengedukasi seputar lingkungan, Ebi juga mengajarkan tentang ekonomi sirkular (circular economy) atau yang juga disebut dengan fesyen sirkular (circular fashion). <\/p>\n\n\n\n<p>Fesyen sirkular (circular fashion) bisa diartikan sebagai produk mode yang dirancang, bersumber, diproduksi, dan dilengkapi dengan tujuan memperpanjang manfaat dari sebuah rantai produksi dan konsumsi, sehingga bisa menggunakan sumber daya dengan lebih efisien (resource efficiency). <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, penerapan fesyen sirkular mampu meminimalkan limbah dan polusi dari industri tekstil.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAku berpikir harus ada nilai ekonomi. Kalau cuma woro-woro untuk peduli lingkungan, tapi kita tidak meningkatkan ekonomi mereka, itu agak susah,&#8221; ujar Ebi. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Makanya, gimana caranya ada circular economy dari hasil (edukasi) lingkungan ada output. Output dijual dan (hasilnya) kembali lagi untuk support mereka,\u201d lanjutnya menjelaskan. <\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mewujudukan hal itu, Napak Bhumi pun tercipta. Sebuah jenama sepatu lokal yang seluruh bahan bakunya tercipta dari limbah tekstil seperti denim, corduroy, batik, dan tenun.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap pasang sepatu dibuat secara manual menggunakan tenaga dari daerah tempat Napak Bhumi mengambil limbah tekstil. Jenis limbah tekstil yang digunakan pada setiap pasang sepatu berbeda-beda. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMisalnya, produksi sepuluh pasang dengan model yang sama, tapi bahannya beda-beda. Jadi, bisa dibilang limited. The one and only. Satu (limbah) jeans mungkin cuma bisa untuk (memproduksi) sepasang sepatu,\u201d papar Ebi. <\/p>\n\n\n\n<p>Harga sepasang sepatu Napak Bhumi dibanderol seharga Rp 450.000-Rp 750.000. Kemasannya menggunakan besek bambu sebagai pengganti kardus, dan totebag sebagai pengganti plastik.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NAGA303 &#8211; Berbicara tentang limbah, sebagian besar orang hanya menyadari limbah plastik dan makanan sebagai penyumbang pencemaran lingkungan. Padahal, limbah<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":189885,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1825,402,1702],"tags":[1396,1371,1374,1013,958,1408,1432,970,23,302],"class_list":["post-189883","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-beritaterkini","category-berita","category-lingkungan-hidup","tag-bandarterpercaya","tag-bandartogel","tag-bandartogelonline","tag-hoki","tag-jackpot","tag-judionline","tag-linkalternatifnaga303","tag-menang","tag-naga303","tag-togel","comments-off"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paitonaga303asia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189883","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/paitonaga303asia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paitonaga303asia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paitonaga303asia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paitonaga303asia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=189883"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/paitonaga303asia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/189883\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paitonaga303asia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/189885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paitonaga303asia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=189883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paitonaga303asia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=189883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paitonaga303asia.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=189883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}